Sunday, March 13, 2016

Kekerasan Menuju Kesuksesan

Kita semua pasti tau tentang kekerasan. Biasanya ketika mendengar kekerasan, kita akan tanpa sengaja berpikir hal-hal yang negatif tentang kekerasan. Contohnya adalah bully, diejek teman, dijadikan sebagai tumbal, menjadi korban, dan lain-lain.
Karena kepikiran tentang hal-hal mengenai kekerasan pasti kita akan juga kepikiran akibat-akibat yang akan berdampak pada hidup kita. Contohnya adalah seperti berikut :
Namun, sebenarnya tidak semua kekerasan berdampak buruk. Kita biasanya selalu kepikiran hal buruk karena itulah "Fokus kepada hal yang baik", kalau masih ingin belajar fokus, kalian bisa membaca di "Entri : Fokus Itu Penting".
Inti dari hal yang ingin saya beritahu kepada kalian semua adalah kekerasan tidak selalu berakhir dengan hal yang buruk. Intinya bahwa pepatah yang mengatakan :
"Berakit-rakit ke hulu"
"Berenang-renang ketepian"
"Bersakit-sakit dahulu"
"Bersenang kemudian"
Benar
Hal ini didukung oleh semua orang karena setiap hari kita mengalaminya namun tidak semua dari kita yang menyadarinya.Contohnya adalah orangtua kita. Orangtua kita adalah orang yang membesarkan kita dengan kasih sayang yang sangat dalam untuk kita, bahkan ada orangtua yang rela mati hanya demi anaknya yang dikasihinya, sama seperti Allah Bapa di Surga. Allah sangat mengasihi kita karena itu Ia mengirim pribadi dia sendiri (Allah itu tritunggal, Allah Bapa, Allah Anak yang dikenal dengan Yesus Kristus, dan Allah Roh Kudus) untuk mati diatas kayu salib menebus dosa kita semua tanpa membeda-bedakan orang-orang.
Jangan lupa, sebenarnya yang ingin saya katakan adalah orangtua itu akan rela memarahi kita habis-habisan hanya untuk kita supaya kita memiliki kepribadian yang baik didalam Tuhan. Hal inilah yang saya ingin beritahu ke kalian semua, yang berarti bahwa kekerasan yang dilakukan orangtua untuk kita justru itulah yang membangun kita bukan menjatuhkan kita. Sama seperti dengan guru yang telah rela memarahi kita supaya relasi kita dengan semua orang di setiap tempat dimana kita ditempatkan dapat berjalan dengan baik. Jadi mulai sekarang, janganlah dendam karena orangtua dan guru kita telah melakukan kekerasan untuk kita, namun, justru harusnya kitalah yang berterima kasih kepada orangtua dan guru karena telah melakukannya supaya kita menjadi orang yang sukses.
Terima kasih karena telah membaca. Semoga kalian dapat melakukan hal yang mulia kepada setiap orang.

1 comment:

  1. Ayo, semangat David. Isi hari hari dgn hal halbyg baik. Yg dpt memotivasi bagi orang lain.

    ReplyDelete