Tuesday, January 17, 2017

Kalah Bukan Berarti Gagal

Mohon maaf teman-teman karena sudah lama tidak mengupdate blog ini karena di hari-hari tersebut saya tidak memiliki ide sama sekali untuk menciptakan entri baru, namun pada hari ini, saya berhasil belajar sesuatu yang telah disampaikan oleh orangtua saya kepada saya. Meskipun susah diterima namun faktanya memang begitu dan semua orang itu sama karena manusia tidak ingin menerima kenyataan apalagi kenyataan itu cukup pahit. Karena itulah saya membuat entri baru ini supaya orang yang membaca ini dapat terinspirasi karenanya, semoga hal ini dapat membantu, selamat membaca.


Banyak sekali orang pada zaman ini yang berpikir bahwa orang yang kalah biasanya adalah orang yang jahat seperti di film-film yang kita nonton contohnya seperti Captain Amerika The Civil War di mana orang-orang yang sebenarnya memiliki tujuan yang sama tetapi bertengkar yang mengakibatkan beberapa dari mereka kalah, tetapi, apakah artinya orang yang kalah telah gagal dalam melakukan apa yang diinginkannya. Jawabannya adalah tidak, karena sebenarya pilihan untuk menyerah dan terus maju meskipun melalui banyak sekali tantangan itu berada di tangan kita, hanya kita yang dapat menentukannya.


Sayang sekali, rata-rata orang pada zaman sekarang sudah semakin dan semakin malas setiap harinya bahkan dalam melakukan kewajibannya yang sebenarnya simpel contohnya sebagai pelajar yang harusnya belajar tetapi malah mengabaikan kewajibannya tersebut untuk bersenang-senang contohnya bermain game, dalam hal ini, saya juga sebagai siswa telah terpengaruh. Karena kemalasan mereka ini maka manusia sudah tidak ingin berjuang dengan sekuat tenaga lagi yang mengakibatkan tingkat kegagalan dalam manusia meningkat secara drastis.


Hal ini tentunya tidak berpengaruh pada semua orang. Seperti yang telah orang-orang terkenal tuturkan bahwa sebenarnya kekalahanlah yang membuat mereka menjadi kuat. Dengan evaluasi yang telah mereka lakukan untuk melangkahi kekalahan terdahulunya dan melalui latihan-latihan yang diupayakan untuk mengatasinya, maka orang tersebut bisalah sukses. Sama seperti Thomas Alfa Edison yang sebenarnya telah kalah dalam menciptakan bola lampu selama berkali-kali tetapi kekalahan tersebutlah yang telah menguatkan Thomas Alfa Edison untuk terus berusaha dan sampailah pada saat ini di mana kegelapan tidak lagi seluruhnya menguasai malam.


Dengan inilah saya mengatakan bahwa mulai saat ini kita harus mulai berhenti bermalas-malasan dan mulai kembali membangun sifat kerja keras dari diri kita sendiri supaya masa depan kita dapat kembali cerah. Kita juga harus lakukan ini demi negeri kita masing-masing di mana pun kita berada supaya hidup dalam terasa lebih indah. Sekian, terima kasih telah membaca.

Monday, July 25, 2016

Ujian Tidak Pernah Melebihi Kemampuan Kita


Hidup tidak selalu mudah, meskipun kita orang yang percaya kepada Tuhan, hidup itu selalu penuh dengan tantangan. Tuhan sendiri bahkan pernah berkata, "bagi orang yang ingin mengikuti-Nya harus selalu mengikuti jejak-jejak yang telah Ia tinggal supaya dapat bersama dengan-Nya di Surga nanti. Namun, sebelum melalui penghakiman terakhir kita sendiri harus menghadapi sulitnya hidup ini. Sebagai anak Tuhan yang baik, kita harus memiliki ketahanan terhadap ujian, kedisiplinan, dan lain-lain.


Namun, tenang saja karena ujian yang diberikan Tuhan kepada kita tidak akan pernah melebihi kemampuan kita. Tuhan menguji kita karena Tuhan ingin tau seberapa tahan ujinya kita dengan melalui tantangan-tantangan yang harus dilewati dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri kita sendiri. Karena itu lah setiap hari kita bahkan mungkin akan melalui tantangan yang sulit, namun, tantangan itu telah dipersiapkan oleh Tuhan supaya kedepannya nanti kita tidak akan terjatuh lagi dan dapat bertahan.


Ujian yang diberikan Tuhan itu selalu memiliki arti bagi kita. Hal tersebut mungkin dapat memotivasi kita untuk berjuang lebih giat, menganalisa diri kita sehingga dapat menemukan kelemahan/kekurangan yang kita miliki sehingga kita dapat memperbaiki diri. Dan yang terpenting lagi adalah supaya kita ingat kalau kita memiliki sahabat yang selalu berada di sisi kita meskipun kita dalam kesulitan yang sangat sulit sampai bahkan dapat menghancurkan seluruh semangat kita akan menjalani hidup yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Jangan sia-siakanlah hidup ini karena hidup ini adalah anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada kita, kita juga harus mengembangkan diri kita sendiri sehingga kita dapat bersinar seperti emas yang telah melalui ujian yang sangat sulit sekalipun.





Inti dari bacaan hari ini : 
Kita harus selalu tahan uji, namun selain tahan uji, kita juga harus mengandalkan Tuhan (bukan mengandalkan diri sendiri karena kita sendiri adalah manusia berdosa). Pakailah waktumu sebaik mungkin sehingga kita dapat menjadi berkat bagi sesama.

Wednesday, June 1, 2016

Jadilah Dirimu Sendiri

Kita semua tau seperti apa rasa tersinggung. Mungkin kita bahkan pernah tersinggung cuma karena perkataan orang lain. Namun, jangan hiraukan orang yang ingin menyinggung kita. Sebagai anak Tuhan yang baik, kita harus dapat menoleransi perbuatan mereka dan tetap mengasihi mereka. Karena itu supaya tidak tersinggung sebaiknya kita menjadi diri kita sendiri. Menjadi diri sendiri bukan berarti bahwa kita harus bermalas-malasan.
Menjadi diri sendiri yang saya maksud ini adalah lakukanlah hal yang anda inginkan setiap hari namun, tetap menjaga keseimbangan antara waktu bekerja dan waktu relaksasi anda. Menjadi diri sendiri adalah yang terbaik karena kita dapat menentukan seberapa hal yang ingin kita capai. Lebih baik kita menentukan ekspetasi kita sendiri daripada membiarkan orang lain yang menentukan ekspetasi mereka yang mungkin berlebihan bagi kita. Tapi itu bukan berarti bahwa kita hanya melakukan apa yang menjadi tujuan kita dengan santai saja, namun, kita harus melakukan yang terbaik supaya kita dapat meraih dan menggapai cita-cita. Dengan menjadi diri sendiri kita cenderung tidak akan tersinggung jika orang lain berkata hal yang tidak benar kepada kita.
Dalam melakukan hal yang terbaik, meskipun dengan menjadi diri sendiri, kita harus selalu berpegang teguh pada Tuhan. Selain berpegang pada Tuhan untuk berhasil melakukan yang terbaik, kita juga harus setidaknya bersenang-senang supaya kita tidak terlalu stress dalam melakukan hal tersebut. Karena berpegang teguh pada Tuhan, kita akan belajar untuk bersyukur dan tidak membandingkan diri dengan orang lain karena kita berhak untuk menjadi siapa diri kita dan sebagai apa diri kita ini. Marilah melanjutkan hidup ini dengan menjadi diri kita sendiri!!!

Monday, May 2, 2016

Kasih Itu Luar Biasa

Kasih, kebanyakan orang berpikir kasih itu ketika kita mencintai seseorang, maka kita mengasihi orang tersebut. Hal ini salah karena kasih sendiri itu adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia, perasaan ini akan timbul apabila manusia tersebut mempunyai rasa memiliki dan menyayangi. Kasih dapat berupa semua hal termasuk tindakan kita terhadap seseorang/sesuatu. Kasih itupun sendiri terbagi menjadi 4 yaitu :

  • Agape
  • Phileo
  • Storge
  • Eros
Masing-masing pembagian kasih ini sendiri memiliki arti yaitu :

  • Agape - Kasih Tertinggi, yaitu Kasih Allah
  • Phileo - Kasih Persahabatan/Persaudaraan; kasih antar sesama
  • Storge - Kasih antar orangtua dan anak-anak, atau saudara kandung
  • Eros - Kasih antar pasangan kekasih
Yang saya ingin beritau disini adalah kasih "Storge". Kasih ini sangat luar biasa karena kasih ini antar keluarga yang artinya memelihara, melindungi, dan yang pastinya menjaga. Namun, remaja-remaja pada jaman sekarang entah mengapa tidak menyukai untuk dijaga lagi, padahal mereka masih dalam tahap petumbuhan yang artinya masih mudah untuk goyah dan jatuh ke dalam dosa.
Karena itulah orangtua yang sangat peduli terhadap anaknya pada jaman sekarang tidak akan memberikan anak-anak mereka gadget-gadget yang pada jaman ini sudah banyak diberikan ke anak-anak. Dalam hal ini, orangtua telah berpikir dan telah memiliki rencana supaya anak-anak mereka dapat memiliki masa depan yang baik meskipun ada banyak tantangan dan godaan yang harus dihadapi. Mereka tau jikalau anak-anak mereka masih belum siap untuk menerima gadget-gadget tersebut maka orangtua sebenarnya sudah berencana untuk memberikan anak-anak mereka gadget setelah mereka sudah siap.
Sayangnya, anak-anak pada jaman sekarang sudah beneran lepas kendali/tidak ingin dikontrol lagi padahal mereka belum siap. Hal ini yang sebenarnya menyebabkan kita ini sulit dikontrol, sehingga orangtua kesulitan untuk membimbing kita ke jalan yang sebenarnya ingin orangtua capai untuk anaknya. Di saat ini juga sama, beberapa anak mulai lepas kendali dan pada akhirnya jatuh ke dalam dosa yang sebenarnya orangtuanya tidak inginkan untuk anaknya.Karena inilah sebenarnya kita harus menghormati orangtua kita karena mereka rela berkorban untuk kita bahkan telah mempersiapkan masa depan kita tanpa kita sadari.
Hal ini juga sama seperti kasih "Agape". Kasih ini hanya dimiliki Allah karena Allahlah sendiri yang telah menciptakannya dan memilikinya. Yang saya ingin beritahu disini adalah Allah juga memelihara, melindungi, dan juga menjaga. Hal ini sangatlah luar biasa karena kita ini sebenarnya adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang telah berdosa namun, Ia rela mengorbankan Anak-Nya untuk kita (sebenarnya Yesus Kristus itu sendiri adalah salah 1 pribadi dari 3 pribadi Allah). Sama seperti orangtua, ketika kita dijaga kita akan memiliki banyak sekali tantangan dan godaan. Karena itulah kita harus memiliki iman yang kuat kepada Tuhan sehingga kita dapat terus memegang teguh perkataan yang telah Tuhan tujukan kepada kita semua. Tuhan menginginkan kita untuk mengikuti teladannya dan Tuhan tidak ingin kita binasa hanya karena kita ini ciptaan-Nya yang mulia. Karena itulah marilah kita mulai mengasihi Tuhan dengan maksud karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita.
Dengan ini saya mengakhiri "Entri" ini, Semoga kalian semua mendapatkan kasih karunia dan mulai mengasihi Tuhan. Terima Kasih telah membaca!!

Friday, April 15, 2016

Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Proses

Kalian semua pasti pernah mengalami hal-hal ketika masih berada di tingkat pelajar. Namun, yang biasanya kita ingat adalah orangtua yang menyuruh kita untuk belajar. Kenapa harus belajar, dan mengapa seperti dipaksa?
Yang kita tidak pahami disini adalah hal-hal yang orangtua telah rencanakan bagi kita. Maksud sebenarnya dari orangtua kita adalah supaya kita ini memiliki proses-proses menuju keberhasilan. Jika hasilnya buruk, pasti prosesnya salah, ini adalah cara mereka(orangtua) berpikir ketika kita belajar. Kalau nilainya bagus, artinya cara belajarnya (proses) sudah benar dan tinggal ditingkatkan lagi. Namun, jika nilainya tetap saja buruk, artinya cara belajar (proses) belum tepat atau yang biasa kita sebut sebagai "salah".
Prinsip ini sebenarnya prinsip yang persis seperti mendekatkan diri kepada Allah. Jika proses kita (cara-cara kita untuk mengenal pribadi Allah lebih baik) itu benar, maka kita akan lebih dalam mengenal pribadi Allah. Namun, sebaliknya juga sama, jika proses kita itu salah, maka kita harus mengulanginya kembali dengan memakai cara-cara yang berbeda supaya kita dapat kembali ke jalan yang benar dan menjadi orang yang berkenan di mata Tuhan (seperti debu yang bersinar ketika disinari oleh cahaya).
Hal-hal tersebutlah yang membuat kita seperti :
  • Dipaksa
  • Tersiksa
  • Malas
  • Lelah
*Jika kalian tidak optimis
Karena itulah untuk mencapai hasil yang baik, dibutuhkan juga proses yang baik. Selain itu jika kita memiliki proses, kita tidak akan dikira sebagai peniru (karena biasanya peniru hanya langsung meniru hal-hal yang bukan miliknya).
Sekian dari "Entri" ini, semoga hal ini dapat membantu anda dalam meraih cita-cita terbesar anda. Terima kasih telah membaca!!!

Wednesday, March 30, 2016

Perkembangan Teknologi Itu Baik Atau Buruk

Teknologi, pasti semua dari kita tau teknologi dan memakai teknologi. Namun, cenderung, kebanyakan dari kita pasti berpikir hal-hal yang buruk ketika memakai teknologi (jika teknologi itu handphone, laptop, dan lain-lain. Sebenarnya apa yang kita tau tentang teknologi, apakah itu baik atau buruk? Disini kalian akan mendapat moral/pesan yang dapat diambil sehingga kalian mengerti teknologi. Namun, meskipun itu baik atau buruk, jadikanlah semua hal itu menjadi pelajaran.
Apakah teknologi bagi kalian ? Hampir semua orang pasti berpikir kalau teknologi itu suatu barang yang sudah modern sehingga mudah dipakai. Sebenarnya secara umum, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Teknologi itu bagaikan pisau, jadi itu tergantung dengan kita, bagaimana kita menggunakannya dan untuk apa kita menggunakannya. Jadi jikalau kita menggunakannya dengan benar, misalnya untuk memotong bahan-bahan yang akan kita jadikan makanan, maka kita akan menggunakan teknologi itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Namun, sebaliknya juga jika kita menggunakannya dengan salah, misalnya untuk menodong orang, menyiksa orang, dan membunuh orang, kita malah akan berdosa di mata Tuhan dan tidak berkenan untuk dipanggil sebagai anak Tuhan.
Jadi yang saya ingin katakan disini sebenarnya adalah bahwa teknologi itu sebenarnya tidak salah karena teknologi itu sepenuhnya dikontrol oleh kita namun, itu tergantung lagi dengan cara pemakaiannya dan tujuan pemakaiannya. Karena itulah kita harus selalu memiliki iman yang kuat terhadap Tuhan sehingga kita dapat diberikan hikmat kebijaksanaan untuk menggunakan teknologi tersebut dengan sebaik mungkin untuk memuliakan nama-Nya.
Mengapa untuk kemuliaan nama-Nya? karena kita sebenarnya diciptakan untuk memuliakan nama-Nya, namun, karena kita manusia, ciptaan-Nya, telah berdosa, makanya Tuhan Allah Bapa di Sorga mengutus Anak-Nya supaya kita semua, yang baik maupun yang jahat, dapat ditebus dosanya.Pernahkah kalian berpikir bahwa Tuhan itu benar-benar baik, karena Ia bahkan merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa kita, padahalkan kita ini ciptaan-Nya, dan Tuhan itu pencipta yang dapat melakukan segala hal kepada kita karena kita ciptaan-Nya, dan sebenarnya Tuhan bisa memusnahkan kita semua dan menciptakan manusia yang baru, namun, Tuhan tidak melakukannya.
Oleh karena hal itu kita harus selalu bersyukur atas segala hal yang Tuhan telah beri karena Tuhan telah membiarkan kita mempunyai hal tersebut. Bersyukur itu penting, hal ini jelas didukung oleh Alkitab sendiri karena kita harus menghormati pencipta kita.
Sekian dari saya, mohon anda dapat menerima pesan yang dapat diambil.

Monday, March 21, 2016

Santai Bisa Baik Bisa Buruk

Santai, biasanya ketika kita mendengar hal ini pasti kita kepikiran hal-hal yang membuat kita senang sehingga kita dapat menjauhkan stress dari kita. Namun, jikalau kita terlalu santai kita dapat kehilangan banyak waktu yang sangat berharga. Walaupun itu berakibat fatal kita juga dapat memiliki beberapa keuntungan ketika bersantai, contohnya seperti yang tadi saya bilang, kita tidak akan cepat stress, kita akan lebih menikmati apa yang kita lakukan.
Jadi apa yang sebenarnya saya beritau disini adalah santai itu dapat berubah menjadi hal yang baik, namun santai kadang dapat berubah menjadi hal yang buruk.
Santai disini itu bagaikan hal-hal yang kita lakukan di dunia ini jika kita melihat dari perspektif Allah. Jika kita menggunakan "santai" dengan baik alias melakukan hal yang berguna di dunia ini, kita akan mendapat keuntungan yang sepadan dan juga kita akan membuat Tuhan senang. Namun, di sisi lainnya jika kita tidak menggunakan "santai" dengan baik (buruk) alias melakukan hal-hal di dunia ini dengan semena-mena dan tidak memuliakan Tuhan, yang pastinya kita akan jatuh ke dalam dosa dan akan sulit melepaskan diri dari dosa kecuali kita percaya kepada Yesus Kristus, anak Allah yang telah diutus ke dunia ini untuk menebus semua dosa manusia, dan taat kepada semua perintah-Nya yang terdapat di kitab Keluaran 20 (keluaran pasal ke-20) dan Matius 22 : 37 - 40 (matius pasal 22 ayat 37 sampai ayat ke 40). Keluaran 20 memberikan 10 perintah Allah yaitu :

  1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku
  2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
  3. Jangan menyebut nama TUHAN Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat
  5. Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu
  6. Jangan membunuh
  7. Jangan berzinah
  8. Jangan mencuri
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
  10. Jangan mengingini apa pun yang dimiliki oleh sesamamu.
Sedangkan Matius 22 : 37 - 40 berfirman :
"Jawab Yesus kepadanya : "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Namun, jangan khawatir karena :
Untuk menjaga perilaku kita, saya memberi anda sebuah foto yang mungkin dapat membantu anda berperilaku baik.
Sekian dari "Entri" ini. Semoga ini memotivasi kalian.