Tuesday, March 8, 2016

Sama Seperti Debu

Kita semua tau kalau nenek moyang dari kita semua, manusia, adalah Adam, manusia yang pertama kali hidup di dunia ini dan manusia yang diciptakan dari debu tanah dan dihembuskan nafas kehidupan oleh Allah sendiri, dan Hawa, yang diciptakan Allah oleh salah satu tulang rusuk Adam. Mereka semua memang terbuat dari debu tanah karena itulah ketika manusia meninggal pasti akan dikuburkan. Karena tubuh kita terbuat dari debu tanah makanya tubuh kita akan membusuk dan kembali menjadi debu tanah, namun, roh kita atau yang sering kita sebut sebagai jiwa kita akan kembali ke Allah dan akan menjalani pengadilan untuk terakhir kalinya yang menentukan kita akan menerima hukuman yang kekal di Neraka atau menerima mahkota kehidupan dan tidak akan binasa melainkan kita akan beroleh hidup yang kekal di Surga.



Yang sebenarnya yang saya ingin katakan sebenarnya adalah kita semua itu bagaikan debu yang harus disinari oleh cahaya supaya kita dapat dilihat orang. Hal ini persis seperti kita, karena dunia yang penuh dengan dosa ini itu bagaikan seperti ruangan yang gelap, sedangkan kita manusia hidup di ruangan yang gelap tersebut. Bagi Allah, kita hanyalah hal yang kecil seperti debu. Bahkan hanya dengan berkata-kata, firman Tuhan dapat terjadi. Tuhan akan senang jika kita dapat memancarkan kembali terang Tuhan. Terang Tuhan yang saya masukkan ke perumpamaan ini adalah terang yang membuat kita bersinar sehingga orang lain bisa melihatnya. Jika tidak percaya, kalian boleh mencobanya saat rumah mati lampu.




Intinya adalah kita harus bisa memancarkan kembali terang Tuhan melalui setiap hal dalam hidup kita karena sebenarnya hidup kita ini adalah karena anugrah Tuhan. Bahkan sebelum kita lahir Tuhan telah membuat rencana yang besar terhadap kita semua, namun, kita sendirilah yang diberikan
hak oleh Tuhan untuk memilih jalan hidup kita. Maukah anda hidup seperti orang-orang yang berdosa cuma karena hal-hal yang duniawi, ataukah hidup seperti orang-orang yang memancarkan terang Tuhan sehingga orang lain dapat percaya kepada-Nya ? Kalian sendirilah yang menentukan, orang lain tidak berhak menentukannya. Jadi marilah kita mengikuti Tuhan dan memancarkan terang-Nya dengan segenap hati, segenap jiwa, dan dengan segenap akal budimu dan Janganlah lupa untuk mengasihi sesama seperti dirimu sendiri. Hal yang mendukung ini ada tertulis dalam kitab Matius 22 : 37-40.




Janganlah juga kita lupa untuk menyukai hal yang kita lakukan. Selain itu janganlah juga lupa untuk melakukan hal yang kita sukai. Karena jika kita tidak menyukai hal-hal yang kita lakukan, kita tidak akan melakukan hal tersebut dengan seluruh kemampuan kita, hal-hal yang saya maksud disini adalah hal-hal yang sebenarnya menyenangkan hati Tuhan. Contohnya seperti belajar dan lain-lain. Jangan juga kita terlalu fokus akan belajar cuma karena hal ini karena itulah lakukanlah hal yang kalian sukai contohnya seperti hobi kalian masing-masing. Hobi itu dapat berupa olahraga maupun kegiatan yang dapat menyenangkan kita.

Sekian dari "Entri" ini. Semoga kalian menyukainya. Tuhan memberkati kalian semua.

No comments:

Post a Comment